HALOMADIUN.COM - Masyarakat
Kota Madiun kini layak berbangga dalam dunia pendidikan, pasalnya hari
ini, Sabtu (11/5) sekitar pukul 10.00 WIB Politeknik Madiun yang
sebelumnya merupakan sekolah swasta diresmikan sebagai Politeknik Negeri
oleh Mendikbud M Nuh. Kota Madiun pun kini punya perguruan tinggi
negeri.
"Dengan
diresmikannya oleh Mendikbud ini maka akan kian memantapkan status
Politeknik Negeri Madiun. Dan semoga dengan cepat perguruan tinggi
satu-satunya di Karesidenan Madiun ini mampu berkiprah sebagaimana
perguruan tinggi negeri lainnya," kata Direktur Politeknik Negeri Madiun
Budi Tjahjono, Sabtu (11/5).
Status negeri Politeknik Negeri Madiun , jelas Budi, sebenarnya sudah mulai tahun 2012 lalu. Yakni, dengan turunnya Surat Keputusan Peraturan Mendikbud nomor 66/2012 tertanggal 28 Oktober 2012. Hanya saja baru 11 Mei 2013 ini Politeknik Madiun diresmikan secara langsung oleh Mendikbud. Untuk menjadikan perguruan ini sebagai perguruan tinggi negeri di kota Madiun juga sudah melalui proses panjang. Perguruan tinggi di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Pemkot Madiun (YPTM) ini mulai beroperasi sejak 9 Juli 2003 lalu.
"Perjuangan untuk mendapatkan status negeri ini sudah dilakukan sejak zaman Walikota Achmad Ali dan diteruskan kedua penggantinya yaitu Kokok Raya dan kini Walikota Bambang Irianto. Jadi tiga walikota inilah yang getol menjadikan Politeknik Madiun berstatus negeri," ungkap Budi.
Pada tanggal 24 Januari 2003 didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Pemerintah (YPTP) Kota Madiun melalui Notaris Agus Wahyu Lambang Prabowo, SH yang beralamat di Jln. Jawa No. 9 Kota Madiun. Kemudian pada tanggal 09 Juli 2003 ijin pendirian Politeknik Madiun melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 99/D/2003 tanggal 09 Juli 2003 yang memberikan ijin Penyelenggaraan Politeknik Madiun dengan 6 (enam) program studi, yaitu: Bahasa Inggris Bisnis, Administrasi Bisnis, Komputerisasi Akuntansi, Teknik Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol, dan Teknik Listrik Industri.
Sembilan tahun madiun telah menanti, pemkot akhirnya mendapatkan titik terang terkait alih status Politeknik Madiun dari PTS menjadi PTN. Sesuai jadwal, di ruang sidang Ditjen Dikti, Kemendikbud Jakarta, pada tanggal 29-06-2012, wali kota Bambang Irianto menandatangani berita acara serah terima aset dan nota kesepahaman penegerian Poltek Madiun. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan do’a oleh berbagai elemen yang sangat konsen dengan terwujudnya PTN di Kota Madiun, berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 66 Tahun 2012 maka Politeknik Madiun dinyatakan resmi menjadi Politeknik Negeri Madiun (PNM).
Seiring dengan berjalannya waktu dan kebijakan-kebijakan baru, saat ini ada perubahan nama dari beberapa program studi, yaitu Program Studi Teknik Mesin Otomatif berubah nama menjadi Mesin Otomotif, Program Studi Teknik Komputer Kontrol berubah nama menjadi Teknik Komputer, Program Studi Teknik Listrik Industri berubah nama menjadi Teknik Listrik.
Hingga saat ini Program Studi yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Madiun adalah sebagai berikut :
1. Program Studi Mesin Otomotif
2. Program Studi Teknik Komputer
3. Program Studi Teknik Listrik
4. Program Studi Komputer Akuntansi
5. Program Studi Administrasi Bisnis
Perguruan tinggi yang berada di Jl. Serayu Kota Madiun ini pada awalnya hanya memiliki sekitar 70 mahasiswa. Tapi lambat laun animo pendaftar terus meningkat, dan kini ada memiliki sekitar 700 mahasiswa.
"Kami yakin sejak berstatus negeri dan sejak diresmikan pak menteri ini, mendatang Politeknik Negeri Madiun akan lebih diminati. Sebab generasi muda di kota Madiun dan sekitarnya tidak akan lagi jauh-jauh kuliahnya di Surabaya atau Bandung atau kota besar lainnnya," ungkap Budi Tjahjono. Keyakinan bakal melesat maju Politeknik Negeri Madiun karena berada di lokasi yang strategis, dimana kota Madiun merupakan kota transit antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan di kota Madiun sendiri kini ada PT INKA (Industri Kereta Api) dan pada tahun 2011 lalu di kota ini juga sudah berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api (STIKA).
"Ini yang membuat kami optimis, kota Madiun mendatang bakal menjadi kota pendidikan untuk Jawa Timur bagian barat dengan hadirnya Politeknik Negeri Madiun ini," kata Budi.
Dalam kesempatan peresmian status Politeknik Negeri Madiun, Mendikbud M.Nuh mengatakan ada banyak alasan kenapa Politeknik Madiun dijadikan sekolah negeri. Salah satunya supaya menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah Jawa Timur bagian barat. Alasan lain, supaya pemerintah turut bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pendidikan, tanpa bermaksud meremehkan kemampuan pihak swasta. Politeknik Negeri Madiun ini akan melengkapi politeknik sebelumnya di Jatim. Selain Madiun, pemerintah telah membangun Politeknik Negeri Banyuwangi dan Madura.
"Tujuannya supaya memberikan akses pendidikan vokasi lebih mudah kepada anak-anak dari daerah sehingga mereka tidak harus keluar daerah untuk sekolah. Selain itu memunculkan kebanggaan sbg warga Madiun supaya tidak lepas antara akar intelektual dengan akar emosionalnya," ujarnya.
"Sebagai politeknik baru supaya berupaya meletakkan pondasi yang benar dan kokoh baik pondasi manajemen maupun pondasi akademik. "Mumpung masih awal kembangkan tradisi akademik, semangat kerja keras dan taati aturan tentang akuntabilitas," pesan Mendikbud.
Sumber : madiun.info
Status negeri Politeknik Negeri Madiun , jelas Budi, sebenarnya sudah mulai tahun 2012 lalu. Yakni, dengan turunnya Surat Keputusan Peraturan Mendikbud nomor 66/2012 tertanggal 28 Oktober 2012. Hanya saja baru 11 Mei 2013 ini Politeknik Madiun diresmikan secara langsung oleh Mendikbud. Untuk menjadikan perguruan ini sebagai perguruan tinggi negeri di kota Madiun juga sudah melalui proses panjang. Perguruan tinggi di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Pemkot Madiun (YPTM) ini mulai beroperasi sejak 9 Juli 2003 lalu.
"Perjuangan untuk mendapatkan status negeri ini sudah dilakukan sejak zaman Walikota Achmad Ali dan diteruskan kedua penggantinya yaitu Kokok Raya dan kini Walikota Bambang Irianto. Jadi tiga walikota inilah yang getol menjadikan Politeknik Madiun berstatus negeri," ungkap Budi.
Pada tanggal 24 Januari 2003 didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Pemerintah (YPTP) Kota Madiun melalui Notaris Agus Wahyu Lambang Prabowo, SH yang beralamat di Jln. Jawa No. 9 Kota Madiun. Kemudian pada tanggal 09 Juli 2003 ijin pendirian Politeknik Madiun melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 99/D/2003 tanggal 09 Juli 2003 yang memberikan ijin Penyelenggaraan Politeknik Madiun dengan 6 (enam) program studi, yaitu: Bahasa Inggris Bisnis, Administrasi Bisnis, Komputerisasi Akuntansi, Teknik Mesin Otomotif, Teknik Komputer Kontrol, dan Teknik Listrik Industri.
Sembilan tahun madiun telah menanti, pemkot akhirnya mendapatkan titik terang terkait alih status Politeknik Madiun dari PTS menjadi PTN. Sesuai jadwal, di ruang sidang Ditjen Dikti, Kemendikbud Jakarta, pada tanggal 29-06-2012, wali kota Bambang Irianto menandatangani berita acara serah terima aset dan nota kesepahaman penegerian Poltek Madiun. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan do’a oleh berbagai elemen yang sangat konsen dengan terwujudnya PTN di Kota Madiun, berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 66 Tahun 2012 maka Politeknik Madiun dinyatakan resmi menjadi Politeknik Negeri Madiun (PNM).
Seiring dengan berjalannya waktu dan kebijakan-kebijakan baru, saat ini ada perubahan nama dari beberapa program studi, yaitu Program Studi Teknik Mesin Otomatif berubah nama menjadi Mesin Otomotif, Program Studi Teknik Komputer Kontrol berubah nama menjadi Teknik Komputer, Program Studi Teknik Listrik Industri berubah nama menjadi Teknik Listrik.
Hingga saat ini Program Studi yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Madiun adalah sebagai berikut :
1. Program Studi Mesin Otomotif
2. Program Studi Teknik Komputer
3. Program Studi Teknik Listrik
4. Program Studi Komputer Akuntansi
5. Program Studi Administrasi Bisnis
Perguruan tinggi yang berada di Jl. Serayu Kota Madiun ini pada awalnya hanya memiliki sekitar 70 mahasiswa. Tapi lambat laun animo pendaftar terus meningkat, dan kini ada memiliki sekitar 700 mahasiswa.
"Kami yakin sejak berstatus negeri dan sejak diresmikan pak menteri ini, mendatang Politeknik Negeri Madiun akan lebih diminati. Sebab generasi muda di kota Madiun dan sekitarnya tidak akan lagi jauh-jauh kuliahnya di Surabaya atau Bandung atau kota besar lainnnya," ungkap Budi Tjahjono. Keyakinan bakal melesat maju Politeknik Negeri Madiun karena berada di lokasi yang strategis, dimana kota Madiun merupakan kota transit antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan di kota Madiun sendiri kini ada PT INKA (Industri Kereta Api) dan pada tahun 2011 lalu di kota ini juga sudah berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api (STIKA).
"Ini yang membuat kami optimis, kota Madiun mendatang bakal menjadi kota pendidikan untuk Jawa Timur bagian barat dengan hadirnya Politeknik Negeri Madiun ini," kata Budi.
Dalam kesempatan peresmian status Politeknik Negeri Madiun, Mendikbud M.Nuh mengatakan ada banyak alasan kenapa Politeknik Madiun dijadikan sekolah negeri. Salah satunya supaya menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah Jawa Timur bagian barat. Alasan lain, supaya pemerintah turut bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan pendidikan, tanpa bermaksud meremehkan kemampuan pihak swasta. Politeknik Negeri Madiun ini akan melengkapi politeknik sebelumnya di Jatim. Selain Madiun, pemerintah telah membangun Politeknik Negeri Banyuwangi dan Madura.
"Tujuannya supaya memberikan akses pendidikan vokasi lebih mudah kepada anak-anak dari daerah sehingga mereka tidak harus keluar daerah untuk sekolah. Selain itu memunculkan kebanggaan sbg warga Madiun supaya tidak lepas antara akar intelektual dengan akar emosionalnya," ujarnya.
"Sebagai politeknik baru supaya berupaya meletakkan pondasi yang benar dan kokoh baik pondasi manajemen maupun pondasi akademik. "Mumpung masih awal kembangkan tradisi akademik, semangat kerja keras dan taati aturan tentang akuntabilitas," pesan Mendikbud.
Sumber : madiun.info
Team Robot Polma (KRCI 2013)
.png)
By
22.32


0 komentar