"Dengan
diresmikannya oleh Mendikbud ini maka akan kian memantapkan status
Politeknik Negeri Madiun. Dan semoga dengan cepat perguruan tinggi
satu-satunya di Karesidenan Madiun ini mampu berkiprah sebagaimana
perguruan tinggi negeri lainnya," kata Direktur Politeknik Negeri Madiun
Budi Tjahjono, Sabtu (11/5).
Status negeri Politeknik Negeri
Madiun , jelas Budi, sebenarnya sudah mulai tahun 2012 lalu. Yakni,
dengan turunnya Surat Keputusan Peraturan Mendikbud nomor 66/2012
tertanggal 28 Oktober 2012. Hanya saja baru 11 Mei 2013 ini Politeknik
Madiun diresmikan secara langsung oleh Mendikbud. Untuk menjadikan
perguruan ini sebagai perguruan tinggi negeri di kota Madiun juga sudah
melalui proses panjang. Perguruan tinggi di bawah Yayasan Perguruan
Tinggi Pemkot Madiun (YPTM) ini mulai beroperasi sejak 9 Juli 2003 lalu.
"Perjuangan
untuk mendapatkan status negeri ini sudah dilakukan sejak zaman
Walikota Achmad Ali dan diteruskan kedua penggantinya yaitu Kokok Raya
dan kini Walikota Bambang Irianto. Jadi tiga walikota inilah yang getol
menjadikan Politeknik Madiun berstatus negeri," ungkap Budi.
Pada
tanggal 24 Januari 2003 didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Pemerintah
(YPTP) Kota Madiun melalui Notaris Agus Wahyu Lambang Prabowo, SH yang
beralamat di Jln. Jawa No. 9 Kota Madiun. Kemudian pada tanggal 09 Juli
2003 ijin pendirian Politeknik Madiun melalui Surat Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 99/D/2003 tanggal 09 Juli
2003 yang memberikan ijin Penyelenggaraan Politeknik Madiun dengan 6
(enam) program studi, yaitu: Bahasa Inggris Bisnis, Administrasi Bisnis,
Komputerisasi Akuntansi, Teknik Mesin Otomotif, Teknik Komputer
Kontrol, dan Teknik Listrik Industri.
Sembilan tahun madiun telah
menanti, pemkot akhirnya mendapatkan titik terang terkait alih status
Politeknik Madiun dari PTS menjadi PTN. Sesuai jadwal, di ruang sidang
Ditjen Dikti, Kemendikbud Jakarta, pada tanggal 29-06-2012, wali kota
Bambang Irianto menandatangani berita acara serah terima aset dan nota
kesepahaman penegerian Poltek Madiun. Alhamdulillah, berkat kerja keras
dan do’a oleh berbagai elemen yang sangat konsen dengan terwujudnya PTN
di Kota Madiun, berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan RI Nomor 66 Tahun 2012 maka Politeknik Madiun dinyatakan
resmi menjadi Politeknik Negeri Madiun (PNM).
Seiring dengan
berjalannya waktu dan kebijakan-kebijakan baru, saat ini ada perubahan
nama dari beberapa program studi, yaitu Program Studi Teknik Mesin
Otomatif berubah nama menjadi Mesin Otomotif, Program Studi Teknik
Komputer Kontrol berubah nama menjadi Teknik Komputer, Program Studi
Teknik Listrik Industri berubah nama menjadi Teknik Listrik.
Hingga saat ini Program Studi yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Madiun adalah sebagai berikut :
1. Program Studi Mesin Otomotif
2. Program Studi Teknik Komputer
3. Program Studi Teknik Listrik
4. Program Studi Komputer Akuntansi
5. Program Studi Administrasi Bisnis
Perguruan
tinggi yang berada di Jl. Serayu Kota Madiun ini pada awalnya hanya
memiliki sekitar 70 mahasiswa. Tapi lambat laun animo pendaftar terus
meningkat, dan kini ada memiliki sekitar 700 mahasiswa.
"Kami
yakin sejak berstatus negeri dan sejak diresmikan pak menteri ini,
mendatang Politeknik Negeri Madiun akan lebih diminati. Sebab generasi
muda di kota Madiun dan sekitarnya tidak akan lagi jauh-jauh kuliahnya
di Surabaya atau Bandung atau kota besar lainnnya," ungkap Budi
Tjahjono. Keyakinan bakal melesat maju Politeknik Negeri Madiun karena
berada di lokasi yang strategis, dimana kota Madiun merupakan kota
transit antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan di kota Madiun
sendiri kini ada PT INKA (Industri Kereta Api) dan pada tahun 2011 lalu
di kota ini juga sudah berdiri Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api (STIKA).
"Ini
yang membuat kami optimis, kota Madiun mendatang bakal menjadi kota
pendidikan untuk Jawa Timur bagian barat dengan hadirnya Politeknik
Negeri Madiun ini," kata Budi.
Dalam kesempatan peresmian status
Politeknik Negeri Madiun, Mendikbud M.Nuh mengatakan ada banyak alasan
kenapa Politeknik Madiun dijadikan sekolah negeri. Salah satunya supaya
menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Alasan lain, supaya pemerintah turut bertanggungjawab terhadap
penyelenggaraan pendidikan, tanpa bermaksud meremehkan kemampuan pihak
swasta. Politeknik Negeri Madiun ini akan melengkapi politeknik
sebelumnya di Jatim. Selain Madiun, pemerintah telah membangun
Politeknik Negeri Banyuwangi dan Madura.
"Tujuannya supaya
memberikan akses pendidikan vokasi lebih mudah kepada anak-anak dari
daerah sehingga mereka tidak harus keluar daerah untuk sekolah. Selain
itu memunculkan kebanggaan sbg warga Madiun supaya tidak lepas antara
akar intelektual dengan akar emosionalnya," ujarnya.
"Sebagai
politeknik baru supaya berupaya meletakkan pondasi yang benar dan kokoh
baik pondasi manajemen maupun pondasi akademik. "Mumpung masih awal
kembangkan tradisi akademik, semangat kerja keras dan taati aturan
tentang akuntabilitas," pesan Mendikbud.
Sumber :
madiun.info