Open top menu
Jumat, 28 Maret 2014


HALOMADIUN.COM - Misteri pelaku pembuang sampah medis di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Resource dan Recycle (3R) Jalan Sekar Putih, Tonatan, Ponorogo, terkuak. Kerja tim gabungan pemkab dan Polsek Kota selama dua pekan membuahkan hasil. ‘’Titik terang pelakunya mengarah ke salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo,’’ ujar Kapolsek Kota AKP Tulus Hariadi melalui Kanitreskrim Ipda Nanang Budianto, kemarin (29/3).

Diketahui, selama bulan Maret ini, sudah empat kali ditemukan sampah medis di TPST Tonatan. Terakhir, Kamis (28/3) kembali ditemukan satu karung sampah medis di TPST tersebut. ‘’Dari laporan pengelola TPST, kami melakukan penyelidikan. Hasilnya, dari dalam karung sampah medis itu ditemukan barang bukti beberapa lembar nomor antrean dan slip obat bertuliskan nama salah satu rumah sakit,’’ terangnya.

Barang bukti itu mengarah pada RSU Aisyiyah dr Sutomo Ponorogo. Atas temuan tersebut, pihaknya akan segera menindaklanjuti. Barang bukti dan laporan hasil penyelidikan akan dikirim ke Satreskrim Polres Ponorogo. ‘’Kami juga akan meminta keterangan dari pihak RSU Aisyiyah dr Sutomo,’’ janjnya.

Pengelola TPST Tonatan Moch. Hariyanto mengaku lega dengan temuan petunjuk dugaan pelaku pembuangan sampah medis di tempatnya. Dia mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. ‘’Tolong diseriusi, apa pun ini bukan hal kecil. Sampah medis ini sering kali dibuang ke TPST sejak dibuka Juli lalu,’’ pintanya.

Pihaknya juga meminta polisi memeriksan data RSUD dr Harjono terkait jadwal pembuangan sampah medis dari RS swasta di Ponorogo. Sebab, data tersebut bisa mengungkap sudah berapa kali rumah sakit swasta tidak membuang sampah medisnya di RSUD. ‘’Pastinya, rumah sakit daerah punya data atau rekap siapa saja yang membuang sampah medis,’’ terangnya.

Pun pemkab diminta bersikap tegas atas temuan ini dengan memberikan saksi bagi pembuang sampah medis tanpa tanggung jawab. ‘’Biar tidak terulang lagi, untuk data pembuangan sampahnya harus diperketat. Jadi siapa saja yang aktif membuang sampah medis bisa terlihat,’’ katanya.

Di pihak lain, Humas RSU Aisyiyah Dr Sutomo Ponorogo Enti Isnarni mengaku tidak tahu menahu temuan tim penyelidik Polsek Kota maupun tim pemkab di TSPT Tonatan. Dia menyebut sampah medis di rumah sakitnya sudah dikelola dengan baik. ‘’Untuk pengelolahan limbah sudah ada IPAL-nya, kalau soal temuan itu saya belum tahu. Ini saya masih praktik, besok (hari ini, Red.) silakan ke rumah sakit,’’ kilahnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Prijo Langgeng mengancam memberikan sanksi tegas bagi pelaku pembuang sampah medis di TPST Tonatan. Jika pelakunya dari dokter atau bidan, pihaknya siap untuk mencabut izin praktiknya. Jika rumah sakit, dia akan merekomendasikan ke Pemprov Jatim untuk menutupnya. (aan/sat)
Tagged
Different Themes
Written by Lovely
Terima kasih sudah mengunjungi website ini. Mungkin ini sebagian dari karya saya, dan sekaligus hobi untuk menghabiskan waktu. Jika ada tulisan atau artikel yang menyinggung pembaca, harap hubungi penulis untuk segera dibenahi. Trims
Posting Lebih Baru
This is the last post.

0 komentar